Kamis, 26 Desember 2013

Engkau

Mengeluh? Oh, tentu tidak.
Aku di sini hanya merenung.
Ya, merenung.
Apakah jalan yang kuambil tepat? atau sebaliknya?
Aku pun tak tahu.

Sudah 6 hari kita tak berjumpa.
Tidak. Tidak, aku tidak menghitung hari.
Aku hanya mengingatnya karena itu engkau.

Rindu?
Tidak, aku tidak rindu.
Atau lebih tepatnya, aku belum rindu?

Mengapa aku merasa berjuang sendirian, di sini?
Apakah engkau rela bahwa aku di sini memperjuangkan hati yang terlindungi sendirian?

Aku tahu engkau mungkin memang memiliki kesibukan di sana
Tapi, ku hanya ingin engkau tahu bahwa aku di sini membutuhkanmu

Ya, aku membutuhkanmu bukan untuk kebahagiaanku.
Karena sebelum ada kamu pun aku dapat bahagia.

Aku membutuhkanmu karena..
Karena engkaulah orangnya.

Ah, bicara apa aku ini..
Tidak akan ada yang mengerti.





Sabtu, 21 Desember 2013

Ya, sampai jumpa tahun depan.. (2): Malam yang tak ingin berpisah.

Kita pun berpisah
Aku pulang
Kau pun juga begitu
Jalan kita berbeda


Pukul 01.20 dini hari
Terpaksa aku harus membuka mataku
Sampai pintu ini terbuka
Ya, nasib..

Entah kebetulan
Atau suatu keajaiban
Tetapi
Ini adalah kenyataan

Ya, aku melihatmu
Menikmati semangkuk mi goreng
Di warung kopi itu

Aku menghampirimu
Kau kaget melihatku
Kami duduk bersebelahan

Tidak hanya kami berdua
Tetapi tetap saja
Aku hanya ingin berdua

Kau menemaniku
Hingga 02.30 dini hari
Kemudian engkau pergi

Dan kau mengatakan
"Ya, sampai jumpa tahun depan.."

Aku tersenyum.


Pukul 04.30
Ku nikmati segelas susu coklat hangat
Bersama seorang teman ku

Tiba-tiba
Engkau lewat

Kemudian kita berbicara sebentar
Dan akhirnya datang juga
Saat di mana aku akan benar-benar melihatmu untuk terakhir kalinya di tahun ini

Lagi-lagi kau mengatakan
"Ya, sampai jumpa tahun depan.."

Ya, pangeranku. Ya.
Sampai jumpa.


Seolah malam ini tak ingin berpisah dengan kita.



Ya, sampai jumpa tahun depan..

Malam itu
Adalah malam di mana
Terakhir kalinya aku akan bertemu denganmu di tahun ini

Ya, sampai jumpa tahun depan..

Malam itu
Adalah malam di mana
Kita menikmati sebuah acara
Hanya ada kau dan aku
Melihat keramaian

Ya, sampai jumpa tahun depan..

Malam itu
Adalah malam di mana
Kita tertawa
Tertawa karena suatu kesamaan yang ada pada diri kita

Ya, sampai jumpa tahun depan..

Malam itu
Adalah malam di mana
Engkau memperjelas bahwa
Kau hanya pergi untuk satu bulan saja

Ya, sampai jumpa tahun depan..

Malam itu
Akhirnya berujung
Kau seperti tak mau berpisah denganku
Kau terus mengatakan
"Ya, sampai jumpa tahun depan.."

Ya.
Sampai jumpa tahun depan..

Dan kukira malam ini hanya sampai sini saja.






Minggu, 08 Desember 2013

Sadarkah dirimu

Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Merindukanmu

Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Menyukaimu

Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Ingin membuatmu bahagia

Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Bahagia dikala bersamamu

Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Memperhatikanmu

Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Melihatmu

Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Menyayangimu

Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Menginginkanmu

Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Ingin kau mengetahuinya



Senin, 02 Desember 2013

Di mana?


Di mana
Di manakah sifatmu itu
Perasaan mu yang dulu
Bawalah aku kesana
Wahai engkau
Ya, engkau
Pujaan hatiku


Pantaskah kau untuk kutunggu?


Pantaskah kau untuk kutunggu?

Aku tak berharap yang muluk-muluk
Aku hanya ingin kepastian
Tapi itu terlalu egois, hei
Karena itu kita perlu menunggu

Menunggu

Menunggu tidaklah menyakitkan bila hal yang ditunggu pasti datang
Menunggu akan terasa sangat menyakitkan bila hal yang ditunggu tidak memiliki kepastian untuk datang

Lihat
Lagi-lagi egois itu datang

Sejujurnya, hai kamu yang di sana
Aku hanya ingin rasa bahagia itu datang
Rasa bahagia yang terpancar dari dirimu
Dari segala yang ada dalam dirimu

Bolehkah aku merasakan sinarmu, hai kamu?
Sinar bahagia itu
Yang ku rasakan
Dikala berada di sampingmu

Malam itu
Terasa singkat
Dikala ku berdua denganmu
Berbincang-bincang
Mengenai dunia
Dan segala isinya

Aku ingat wangi harum tubuhmu
Entahlah
Tapi wangi itu selalu terngiang di otak ku
Dan di perasaanku
Terdengar menyeramkan
Tapi itulah kenyataan

Terkadang, kenyataan itu menyeramkan, bukan?
Terkadang bukan berarti selalu

Dikala aku berdua denganmu
Kenyataan itu indah

Dikala aku sendirian
Kenyataan itu...
Tetap indah

Karena aku memiliki alasan lain untuk tersenyum
Kau yang membuatku tersenyum lebar

Terima kasih, kau
Semoga engkau suatu saat nanti akan sadar
Bahwa aku di sini
Akan tetap
Menunggumu

Karena engkau
Pantas untuk kutunggu




Minggu, 24 November 2013

Berdua

Hai
Pangeranku

Ya
Engkau yang di sana

Ada apa denganmu?

Katakanlah bila engkau membutuhkanku
Katakanlah bila engkau tak membutuhkanku

Karena sesungguhnya aku tak tahu
Aku tak tahu segala petunjuk yang kau berikan

Karena aku
Belum mengenalmu lebih jauh

Mari bersama kita berjalan
Menyusuri jalan itu berdua
Berdua





Sabtu, 23 November 2013

Malam itu


Pernahkah kalian ada pada masa di mana menyadari bahwa sesungguhnya Tuhan menyayangi kalian, mengasihi kalian, baik kepada kalian?

Malam itu
Malam di mana kita bercengkerama berdua
Hanya berdua
Menelusuri jalan panjang
Melewati berbagai tempat
Ingatkah?

Engkau melindungiku
Menemaniku
Memperhatikan kesenanganku saat berjalan denganmu
Berada di sampingmu
Apakah kau merasakan hal yang sama?

Jalan nan panjang itu
Sungguh tak terasa panjang

Kemudian kami melewati jembatan
Jembatan yang membawa kami melewati danau
Danau dengan dermaga
Aku tertawa melihat dermaga itu
Kau pun juga

Jembatan ini bergoyang
Katamu
Aku bergoyang
Untuk menghiburmu
Memegang pagar jembatan
Untukmu

Tulisan-tulisan di jembatan itu
Kau bilang
Ya, kau bilang sesuatu
Kemudian aku
Berjalan mundur
Menatapmu
Sadarkah dirimu?

Terlihat orang-orang bermain
Ternyata mereka orang yang kami kenal
Aku berjalan memperhatikan mereka
Dan kau memperhatikanku

Hai bangunan itu
Sebentar lagi kami sampai
Aku tersandung
Kau bertanya
Aku tersenyum

Sampailah kami pada pintu itu
Kau menanyai secara spesifik
Aku ingin mengisi perutku
Dan kau ingin menemaniku
Menemaniku memanjakan satu organ dalam tubuhku ini

Kau tahu warna kesukaanku
Kau tahu apa yang tak kusuka

Nasi gulai sapi terasa nikmat
Tak habis-habis

Kami berbincang-bincang
Mengenai segala hal
Jika keheningan itu muncul
Aku tahu cara mencairkannya
Dan kau menyetujuinya

Tak terasa malam yang indah ini cepat larutnya
Seperti kesedihanku
Saat bersamamu, cepat larutnya

Kau pulang
Aku mengucapkan terima kasih
Kau tersenyum
Senyum mu
Ya, senyum mu
Memang egois, tapi
Bolehkah aku memilikinya?

Aku pun tak percaya ini engkau
Engkau yang sebenarnya
Rela menemaniku
Sejauh jalanan ini

Aku pun belum bisa lupa
Dan tak akan lupa

Aku menganggap engkau sudah menjadi bagian dari diriku
Apakah kau juga begitu, wahai engkau?

Dan sekarang kau menjauh
Mengapa, pangeranku?

Apa ini hanya perasaanku saja?
Tolong sadarkan aku, wahai engkau
Ya, engkau


Kamis, 14 November 2013

Universe know. They believe if you believe in yourself.

"Kalau ingin sesuatu, yakinkan diri kita pada sesuatu tersebut, dan niscaya semesta akan mendukungmu, sobat."

Teori ini.

Aku merasakannya sendiri.

Hal yang tak pernah kuduga, tetapi semesta mempertemukannya.

Aku pun tak tahu, sobat.

Yakinlah pada sesuatu yang diinginkan.

Dan, ya.

Semesta akan mendukungmu.

Berteguhlah pada prinsip ini dan hidupmu akan bahagia.

Karena jika kita bersinggungan, kita pun akan dipertemukan.

Tunggu saja, sobat.

Waktu itu akan datang.

Ingatlah, Tuhan tidak akan pernah telat.

Ia selalu tepat waktu dalam memberikan hambanya suatu kenikmatan atau cobaan.

Waktu itu akan datang.

Di saat kita semua sudah siap dengan segala konsekuensinya.

Semesta pun akan membuktikannya.

Tunggu saja.

Sudah siapkah?

Selasa, 12 November 2013

Perasaan

Perasaan itu..

Di saat kalian sendiri

Padahal sebenarnya kita bisa saja memilih untuk tidak sendiri

Tetapi kita memilih untuk sendiri


Ada kalanya manusia butuh waktu untuk sendiri

Sendiri kemudian merenung

Ada apa dengan perasaan ini?

Mengapa saya memilih untuk tidak bahagia di mana saya sebenarnya bisa merasakan kebahagiaan itu?

Mengapa saya tidak memilihnya?


Stimulus perih itu datang

Rasa perih yang hanya bisa dirasakan setiap individu

Dengan persepsi mereka yang berbeda-beda


Sesungguhnya aku tak sabar

Menantikan hari bahagia itu datang

Yang sampai sekarang pun ku tak tahu kapan

Dan aku akan tersenyum dengan bangganya

Karena aku memilih kebahagiaan itu

Kebahagiaan yang ku idam-idamkan


Aku tidak lagi memilih untuk sendiri

Sendiri pun menyenangkan

Tapi, bolehkah aku membagi kesenangan saat sendiri ini bersamamu, wahai engkau di sana?

Bolehkah?


Selasa, 15 Oktober 2013

Kenapa

Why?

Kenapa?

Kenapa orang harus bertanya 'kenapa'?

Saya sendiripun barusan bertanya.

Karena sesungguhnya setiap individu itu butuh kejelasan atas apa yang dihadapi / dirasakannya.

Dan sesungguhnya

Kita takut untuk melihat kenyataan.

Kenapa?