Mengeluh? Oh, tentu tidak.
Aku di sini hanya merenung.
Ya, merenung.
Apakah jalan yang kuambil tepat? atau sebaliknya?
Aku pun tak tahu.
Sudah 6 hari kita tak berjumpa.
Tidak. Tidak, aku tidak menghitung hari.
Aku hanya mengingatnya karena itu engkau.
Rindu?
Tidak, aku tidak rindu.
Atau lebih tepatnya, aku belum rindu?
Mengapa aku merasa berjuang sendirian, di sini?
Apakah engkau rela bahwa aku di sini memperjuangkan hati yang terlindungi sendirian?
Aku tahu engkau mungkin memang memiliki kesibukan di sana
Tapi, ku hanya ingin engkau tahu bahwa aku di sini membutuhkanmu
Ya, aku membutuhkanmu bukan untuk kebahagiaanku.
Karena sebelum ada kamu pun aku dapat bahagia.
Aku membutuhkanmu karena..
Karena engkaulah orangnya.
Ah, bicara apa aku ini..
Tidak akan ada yang mengerti.
putting off a pleasurable experience in the interest of some larger but later reward
Kamis, 26 Desember 2013
Sabtu, 21 Desember 2013
Ya, sampai jumpa tahun depan.. (2): Malam yang tak ingin berpisah.
Kita pun berpisah
Aku pulang
Kau pun juga begitu
Jalan kita berbeda
Pukul 01.20 dini hari
Terpaksa aku harus membuka mataku
Sampai pintu ini terbuka
Ya, nasib..
Entah kebetulan
Atau suatu keajaiban
Tetapi
Ini adalah kenyataan
Ya, aku melihatmu
Menikmati semangkuk mi goreng
Di warung kopi itu
Aku menghampirimu
Kau kaget melihatku
Kami duduk bersebelahan
Tidak hanya kami berdua
Tetapi tetap saja
Aku hanya ingin berdua
Kau menemaniku
Hingga 02.30 dini hari
Kemudian engkau pergi
Dan kau mengatakan
"Ya, sampai jumpa tahun depan.."
Aku tersenyum.
Pukul 04.30
Ku nikmati segelas susu coklat hangat
Bersama seorang teman ku
Tiba-tiba
Engkau lewat
Kemudian kita berbicara sebentar
Dan akhirnya datang juga
Saat di mana aku akan benar-benar melihatmu untuk terakhir kalinya di tahun ini
Lagi-lagi kau mengatakan
"Ya, sampai jumpa tahun depan.."
Ya, pangeranku. Ya.
Sampai jumpa.
Seolah malam ini tak ingin berpisah dengan kita.
Aku pulang
Kau pun juga begitu
Jalan kita berbeda
Pukul 01.20 dini hari
Terpaksa aku harus membuka mataku
Sampai pintu ini terbuka
Ya, nasib..
Entah kebetulan
Atau suatu keajaiban
Tetapi
Ini adalah kenyataan
Ya, aku melihatmu
Menikmati semangkuk mi goreng
Di warung kopi itu
Aku menghampirimu
Kau kaget melihatku
Kami duduk bersebelahan
Tidak hanya kami berdua
Tetapi tetap saja
Aku hanya ingin berdua
Kau menemaniku
Hingga 02.30 dini hari
Kemudian engkau pergi
Dan kau mengatakan
"Ya, sampai jumpa tahun depan.."
Aku tersenyum.
Pukul 04.30
Ku nikmati segelas susu coklat hangat
Bersama seorang teman ku
Tiba-tiba
Engkau lewat
Kemudian kita berbicara sebentar
Dan akhirnya datang juga
Saat di mana aku akan benar-benar melihatmu untuk terakhir kalinya di tahun ini
Lagi-lagi kau mengatakan
"Ya, sampai jumpa tahun depan.."
Ya, pangeranku. Ya.
Sampai jumpa.
Seolah malam ini tak ingin berpisah dengan kita.
Ya, sampai jumpa tahun depan..
Malam itu
Adalah malam di mana
Terakhir kalinya aku akan bertemu denganmu di tahun ini
Ya, sampai jumpa tahun depan..
Malam itu
Adalah malam di mana
Kita menikmati sebuah acara
Hanya ada kau dan aku
Melihat keramaian
Ya, sampai jumpa tahun depan..
Malam itu
Adalah malam di mana
Kita tertawa
Tertawa karena suatu kesamaan yang ada pada diri kita
Ya, sampai jumpa tahun depan..
Malam itu
Adalah malam di mana
Engkau memperjelas bahwa
Kau hanya pergi untuk satu bulan saja
Ya, sampai jumpa tahun depan..
Malam itu
Akhirnya berujung
Kau seperti tak mau berpisah denganku
Kau terus mengatakan
"Ya, sampai jumpa tahun depan.."
Ya.
Sampai jumpa tahun depan..
Dan kukira malam ini hanya sampai sini saja.
Adalah malam di mana
Terakhir kalinya aku akan bertemu denganmu di tahun ini
Ya, sampai jumpa tahun depan..
Malam itu
Adalah malam di mana
Kita menikmati sebuah acara
Hanya ada kau dan aku
Melihat keramaian
Ya, sampai jumpa tahun depan..
Malam itu
Adalah malam di mana
Kita tertawa
Tertawa karena suatu kesamaan yang ada pada diri kita
Ya, sampai jumpa tahun depan..
Malam itu
Adalah malam di mana
Engkau memperjelas bahwa
Kau hanya pergi untuk satu bulan saja
Ya, sampai jumpa tahun depan..
Malam itu
Akhirnya berujung
Kau seperti tak mau berpisah denganku
Kau terus mengatakan
"Ya, sampai jumpa tahun depan.."
Ya.
Sampai jumpa tahun depan..
Dan kukira malam ini hanya sampai sini saja.
Minggu, 08 Desember 2013
Sadarkah dirimu
Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Merindukanmu
Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Menyukaimu
Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Ingin membuatmu bahagia
Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Bahagia dikala bersamamu
Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Memperhatikanmu
Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Melihatmu
Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Menyayangimu
Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Menginginkanmu
Sadarkah dirimu
Bahwa aku
Selalu
Ingin kau mengetahuinya
Senin, 02 Desember 2013
Di mana?
Di mana
Di manakah sifatmu itu
Perasaan mu yang dulu
Bawalah aku kesana
Wahai engkau
Ya, engkau
Pujaan hatiku
Pantaskah kau untuk kutunggu?
Pantaskah kau untuk kutunggu?
Aku tak berharap yang muluk-muluk
Aku hanya ingin kepastian
Tapi itu terlalu egois, hei
Karena itu kita perlu menunggu
Menunggu
Menunggu tidaklah menyakitkan bila
hal yang ditunggu pasti datang
Menunggu akan terasa sangat menyakitkan bila hal yang ditunggu
tidak memiliki kepastian untuk datang
Lihat
Lagi-lagi egois itu datang
Sejujurnya, hai kamu yang di sana
Aku hanya ingin rasa bahagia itu
datang
Rasa bahagia yang terpancar dari
dirimu
Dari segala yang ada dalam dirimu
Bolehkah aku merasakan sinarmu, hai
kamu?
Sinar bahagia itu
Yang ku rasakan
Dikala berada di sampingmu
Malam itu
Terasa singkat
Dikala ku berdua denganmu
Berbincang-bincang
Mengenai dunia
Dan segala isinya
Aku ingat wangi harum tubuhmu
Entahlah
Tapi wangi itu selalu terngiang di
otak ku
Dan di perasaanku
Terdengar menyeramkan
Tapi itulah kenyataan
Terkadang, kenyataan itu
menyeramkan, bukan?
Terkadang bukan berarti selalu
Dikala aku berdua denganmu
Kenyataan itu indah
Dikala aku sendirian
Kenyataan itu...
Tetap indah
Karena aku memiliki alasan lain
untuk tersenyum
Kau yang membuatku tersenyum lebar
Terima kasih, kau
Semoga engkau suatu saat nanti akan
sadar
Bahwa aku di sini
Akan tetap
Menunggumu
Pantas untuk kutunggu
Minggu, 24 November 2013
Berdua
Hai
Pangeranku
Ya
Engkau yang di sana
Ada apa denganmu?
Katakanlah bila engkau membutuhkanku
Katakanlah bila engkau tak membutuhkanku
Karena sesungguhnya aku tak tahu
Aku tak tahu segala petunjuk yang kau berikan
Karena aku
Belum mengenalmu lebih jauh
Mari bersama kita berjalan
Menyusuri jalan itu berdua
Berdua
Pangeranku
Ya
Engkau yang di sana
Ada apa denganmu?
Katakanlah bila engkau membutuhkanku
Katakanlah bila engkau tak membutuhkanku
Karena sesungguhnya aku tak tahu
Aku tak tahu segala petunjuk yang kau berikan
Karena aku
Belum mengenalmu lebih jauh
Mari bersama kita berjalan
Menyusuri jalan itu berdua
Berdua
Sabtu, 23 November 2013
Malam itu
Pernahkah kalian ada pada masa di
mana menyadari bahwa sesungguhnya Tuhan menyayangi kalian, mengasihi kalian,
baik kepada kalian?
Malam itu
Malam di mana kita bercengkerama
berdua
Hanya berdua
Menelusuri jalan panjang
Melewati berbagai tempat
Ingatkah?
Engkau melindungiku
Menemaniku
Memperhatikan kesenanganku saat
berjalan denganmu
Berada di sampingmu
Apakah kau merasakan hal yang sama?
Jalan nan panjang itu
Sungguh tak terasa panjang
Kemudian kami melewati jembatan
Jembatan yang membawa kami melewati
danau
Danau dengan dermaga
Aku tertawa melihat dermaga itu
Kau pun juga
Jembatan ini bergoyang
Katamu
Aku bergoyang
Untuk menghiburmu
Memegang pagar jembatan
Untukmu
Tulisan-tulisan di jembatan itu
Kau bilang
Ya, kau bilang sesuatu
Kemudian aku
Berjalan mundur
Menatapmu
Sadarkah dirimu?
Terlihat orang-orang bermain
Ternyata mereka orang yang kami
kenal
Aku berjalan memperhatikan mereka
Dan kau memperhatikanku
Hai bangunan itu
Sebentar lagi kami sampai
Aku tersandung
Kau bertanya
Aku tersenyum
Sampailah kami pada pintu itu
Kau menanyai secara spesifik
Aku ingin mengisi perutku
Dan kau ingin menemaniku
Menemaniku memanjakan satu organ
dalam tubuhku ini
Kau tahu warna kesukaanku
Kau tahu apa yang tak kusuka
Nasi gulai sapi terasa nikmat
Tak habis-habis
Kami berbincang-bincang
Mengenai segala hal
Jika keheningan itu muncul
Aku tahu cara mencairkannya
Dan kau menyetujuinya
Tak terasa malam yang indah ini
cepat larutnya
Seperti kesedihanku
Saat bersamamu, cepat larutnya
Kau pulang
Aku mengucapkan terima kasih
Kau tersenyum
Senyum mu
Ya, senyum mu
Memang egois, tapi
Bolehkah aku memilikinya?
Aku pun tak percaya ini engkau
Engkau yang sebenarnya
Rela menemaniku
Sejauh jalanan ini
Aku pun belum bisa lupa
Dan tak akan lupa
Aku menganggap engkau sudah menjadi
bagian dari diriku
Apakah kau juga begitu, wahai
engkau?
Dan sekarang kau menjauh
Mengapa, pangeranku?
Apa ini hanya perasaanku saja?
Tolong sadarkan aku, wahai engkau
Ya, engkau
Kamis, 14 November 2013
Universe know. They believe if you believe in yourself.
"Kalau ingin sesuatu, yakinkan diri kita pada sesuatu tersebut, dan niscaya semesta akan mendukungmu, sobat."
Teori ini.
Aku merasakannya sendiri.
Hal yang tak pernah kuduga, tetapi semesta mempertemukannya.
Aku pun tak tahu, sobat.
Yakinlah pada sesuatu yang diinginkan.
Dan, ya.
Semesta akan mendukungmu.
Berteguhlah pada prinsip ini dan hidupmu akan bahagia.
Karena jika kita bersinggungan, kita pun akan dipertemukan.
Tunggu saja, sobat.
Waktu itu akan datang.
Ingatlah, Tuhan tidak akan pernah telat.
Ia selalu tepat waktu dalam memberikan hambanya suatu kenikmatan atau cobaan.
Waktu itu akan datang.
Di saat kita semua sudah siap dengan segala konsekuensinya.
Semesta pun akan membuktikannya.
Tunggu saja.
Sudah siapkah?
Teori ini.
Aku merasakannya sendiri.
Hal yang tak pernah kuduga, tetapi semesta mempertemukannya.
Aku pun tak tahu, sobat.
Yakinlah pada sesuatu yang diinginkan.
Dan, ya.
Semesta akan mendukungmu.
Berteguhlah pada prinsip ini dan hidupmu akan bahagia.
Karena jika kita bersinggungan, kita pun akan dipertemukan.
Tunggu saja, sobat.
Waktu itu akan datang.
Ingatlah, Tuhan tidak akan pernah telat.
Ia selalu tepat waktu dalam memberikan hambanya suatu kenikmatan atau cobaan.
Waktu itu akan datang.
Di saat kita semua sudah siap dengan segala konsekuensinya.
Semesta pun akan membuktikannya.
Tunggu saja.
Sudah siapkah?
Selasa, 12 November 2013
Perasaan
Perasaan itu..
Di saat kalian sendiri
Padahal sebenarnya kita bisa saja memilih untuk tidak sendiri
Tetapi kita memilih untuk sendiri
Ada kalanya manusia butuh waktu untuk sendiri
Sendiri kemudian merenung
Ada apa dengan perasaan ini?
Mengapa saya memilih untuk tidak bahagia di mana saya sebenarnya bisa merasakan kebahagiaan itu?
Mengapa saya tidak memilihnya?
Stimulus perih itu datang
Rasa perih yang hanya bisa dirasakan setiap individu
Dengan persepsi mereka yang berbeda-beda
Sesungguhnya aku tak sabar
Menantikan hari bahagia itu datang
Yang sampai sekarang pun ku tak tahu kapan
Dan aku akan tersenyum dengan bangganya
Karena aku memilih kebahagiaan itu
Kebahagiaan yang ku idam-idamkan
Aku tidak lagi memilih untuk sendiri
Sendiri pun menyenangkan
Tapi, bolehkah aku membagi kesenangan saat sendiri ini bersamamu, wahai engkau di sana?
Bolehkah?
Di saat kalian sendiri
Padahal sebenarnya kita bisa saja memilih untuk tidak sendiri
Tetapi kita memilih untuk sendiri
Ada kalanya manusia butuh waktu untuk sendiri
Sendiri kemudian merenung
Ada apa dengan perasaan ini?
Mengapa saya memilih untuk tidak bahagia di mana saya sebenarnya bisa merasakan kebahagiaan itu?
Mengapa saya tidak memilihnya?
Stimulus perih itu datang
Rasa perih yang hanya bisa dirasakan setiap individu
Dengan persepsi mereka yang berbeda-beda
Sesungguhnya aku tak sabar
Menantikan hari bahagia itu datang
Yang sampai sekarang pun ku tak tahu kapan
Dan aku akan tersenyum dengan bangganya
Karena aku memilih kebahagiaan itu
Kebahagiaan yang ku idam-idamkan
Aku tidak lagi memilih untuk sendiri
Sendiri pun menyenangkan
Tapi, bolehkah aku membagi kesenangan saat sendiri ini bersamamu, wahai engkau di sana?
Bolehkah?
Selasa, 15 Oktober 2013
Kenapa
Why?
Kenapa?
Kenapa orang harus bertanya 'kenapa'?
Saya sendiripun barusan bertanya.
Karena sesungguhnya setiap individu itu butuh kejelasan atas apa yang dihadapi / dirasakannya.
Dan sesungguhnya
Kita takut untuk melihat kenyataan.
Kenapa?
Langganan:
Postingan (Atom)