Hai
Pangeranku
Ya
Engkau yang di sana
Ada apa denganmu?
Katakanlah bila engkau membutuhkanku
Katakanlah bila engkau tak membutuhkanku
Karena sesungguhnya aku tak tahu
Aku tak tahu segala petunjuk yang kau berikan
Karena aku
Belum mengenalmu lebih jauh
Mari bersama kita berjalan
Menyusuri jalan itu berdua
Berdua
putting off a pleasurable experience in the interest of some larger but later reward
Minggu, 24 November 2013
Sabtu, 23 November 2013
Malam itu
Pernahkah kalian ada pada masa di
mana menyadari bahwa sesungguhnya Tuhan menyayangi kalian, mengasihi kalian,
baik kepada kalian?
Malam itu
Malam di mana kita bercengkerama
berdua
Hanya berdua
Menelusuri jalan panjang
Melewati berbagai tempat
Ingatkah?
Engkau melindungiku
Menemaniku
Memperhatikan kesenanganku saat
berjalan denganmu
Berada di sampingmu
Apakah kau merasakan hal yang sama?
Jalan nan panjang itu
Sungguh tak terasa panjang
Kemudian kami melewati jembatan
Jembatan yang membawa kami melewati
danau
Danau dengan dermaga
Aku tertawa melihat dermaga itu
Kau pun juga
Jembatan ini bergoyang
Katamu
Aku bergoyang
Untuk menghiburmu
Memegang pagar jembatan
Untukmu
Tulisan-tulisan di jembatan itu
Kau bilang
Ya, kau bilang sesuatu
Kemudian aku
Berjalan mundur
Menatapmu
Sadarkah dirimu?
Terlihat orang-orang bermain
Ternyata mereka orang yang kami
kenal
Aku berjalan memperhatikan mereka
Dan kau memperhatikanku
Hai bangunan itu
Sebentar lagi kami sampai
Aku tersandung
Kau bertanya
Aku tersenyum
Sampailah kami pada pintu itu
Kau menanyai secara spesifik
Aku ingin mengisi perutku
Dan kau ingin menemaniku
Menemaniku memanjakan satu organ
dalam tubuhku ini
Kau tahu warna kesukaanku
Kau tahu apa yang tak kusuka
Nasi gulai sapi terasa nikmat
Tak habis-habis
Kami berbincang-bincang
Mengenai segala hal
Jika keheningan itu muncul
Aku tahu cara mencairkannya
Dan kau menyetujuinya
Tak terasa malam yang indah ini
cepat larutnya
Seperti kesedihanku
Saat bersamamu, cepat larutnya
Kau pulang
Aku mengucapkan terima kasih
Kau tersenyum
Senyum mu
Ya, senyum mu
Memang egois, tapi
Bolehkah aku memilikinya?
Aku pun tak percaya ini engkau
Engkau yang sebenarnya
Rela menemaniku
Sejauh jalanan ini
Aku pun belum bisa lupa
Dan tak akan lupa
Aku menganggap engkau sudah menjadi
bagian dari diriku
Apakah kau juga begitu, wahai
engkau?
Dan sekarang kau menjauh
Mengapa, pangeranku?
Apa ini hanya perasaanku saja?
Tolong sadarkan aku, wahai engkau
Ya, engkau
Kamis, 14 November 2013
Universe know. They believe if you believe in yourself.
"Kalau ingin sesuatu, yakinkan diri kita pada sesuatu tersebut, dan niscaya semesta akan mendukungmu, sobat."
Teori ini.
Aku merasakannya sendiri.
Hal yang tak pernah kuduga, tetapi semesta mempertemukannya.
Aku pun tak tahu, sobat.
Yakinlah pada sesuatu yang diinginkan.
Dan, ya.
Semesta akan mendukungmu.
Berteguhlah pada prinsip ini dan hidupmu akan bahagia.
Karena jika kita bersinggungan, kita pun akan dipertemukan.
Tunggu saja, sobat.
Waktu itu akan datang.
Ingatlah, Tuhan tidak akan pernah telat.
Ia selalu tepat waktu dalam memberikan hambanya suatu kenikmatan atau cobaan.
Waktu itu akan datang.
Di saat kita semua sudah siap dengan segala konsekuensinya.
Semesta pun akan membuktikannya.
Tunggu saja.
Sudah siapkah?
Teori ini.
Aku merasakannya sendiri.
Hal yang tak pernah kuduga, tetapi semesta mempertemukannya.
Aku pun tak tahu, sobat.
Yakinlah pada sesuatu yang diinginkan.
Dan, ya.
Semesta akan mendukungmu.
Berteguhlah pada prinsip ini dan hidupmu akan bahagia.
Karena jika kita bersinggungan, kita pun akan dipertemukan.
Tunggu saja, sobat.
Waktu itu akan datang.
Ingatlah, Tuhan tidak akan pernah telat.
Ia selalu tepat waktu dalam memberikan hambanya suatu kenikmatan atau cobaan.
Waktu itu akan datang.
Di saat kita semua sudah siap dengan segala konsekuensinya.
Semesta pun akan membuktikannya.
Tunggu saja.
Sudah siapkah?
Selasa, 12 November 2013
Perasaan
Perasaan itu..
Di saat kalian sendiri
Padahal sebenarnya kita bisa saja memilih untuk tidak sendiri
Tetapi kita memilih untuk sendiri
Ada kalanya manusia butuh waktu untuk sendiri
Sendiri kemudian merenung
Ada apa dengan perasaan ini?
Mengapa saya memilih untuk tidak bahagia di mana saya sebenarnya bisa merasakan kebahagiaan itu?
Mengapa saya tidak memilihnya?
Stimulus perih itu datang
Rasa perih yang hanya bisa dirasakan setiap individu
Dengan persepsi mereka yang berbeda-beda
Sesungguhnya aku tak sabar
Menantikan hari bahagia itu datang
Yang sampai sekarang pun ku tak tahu kapan
Dan aku akan tersenyum dengan bangganya
Karena aku memilih kebahagiaan itu
Kebahagiaan yang ku idam-idamkan
Aku tidak lagi memilih untuk sendiri
Sendiri pun menyenangkan
Tapi, bolehkah aku membagi kesenangan saat sendiri ini bersamamu, wahai engkau di sana?
Bolehkah?
Di saat kalian sendiri
Padahal sebenarnya kita bisa saja memilih untuk tidak sendiri
Tetapi kita memilih untuk sendiri
Ada kalanya manusia butuh waktu untuk sendiri
Sendiri kemudian merenung
Ada apa dengan perasaan ini?
Mengapa saya memilih untuk tidak bahagia di mana saya sebenarnya bisa merasakan kebahagiaan itu?
Mengapa saya tidak memilihnya?
Stimulus perih itu datang
Rasa perih yang hanya bisa dirasakan setiap individu
Dengan persepsi mereka yang berbeda-beda
Sesungguhnya aku tak sabar
Menantikan hari bahagia itu datang
Yang sampai sekarang pun ku tak tahu kapan
Dan aku akan tersenyum dengan bangganya
Karena aku memilih kebahagiaan itu
Kebahagiaan yang ku idam-idamkan
Aku tidak lagi memilih untuk sendiri
Sendiri pun menyenangkan
Tapi, bolehkah aku membagi kesenangan saat sendiri ini bersamamu, wahai engkau di sana?
Bolehkah?
Langganan:
Postingan (Atom)